Kamis, 26 Maret 2015

Analisa KeuntunganUsaha Pembesaran Ikan Nila

Pembesaran nila mulai dari benih berumur dua bulan (ukuran jempol) sampai nila berukuran 4-5 kg/ekor selama 4 bulan. Perhitungan yang digunakan dalam usaha pembesaran nila sebagai berikut:

  • Luas kolam 1000 m persegi merupakan lahan sewa
  • Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor.
  • Jumlah tenaga kerja dua orang. Rp 750.000/bln/org.
  • Pembesaran ini selama empat bulan berukuran 200-300 g/ekor.
  • Total produksi nila konsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton. 

Modal sarana pembesaran

- Kolam 1000 meter persegi selama empat bulan
Rp. 1.200.000
- Benih nila 60.000 ekor
Rp. 9.000.000
- Alat perikanan
Rp. 500.000
Total
Rp. 10.700.000

Biaya operational         


- Pakan buatan sendiri
Rp. 42.000.000
- Tenaga kerja dua orang
Rp. 6.000.000
- Obat-obatan dan keperluan lain
Rp.10.000.000
Total
Rp. 58.000.000


Total Pengeluaran =Modal Sarana Pembesaran + Biaya Operational
                              = Rp. 10.700.000 + Rp. 58.000.000
                              = Rp. 68.700.000

Pendapatan sama dengan total produksi ikan dikalikan harga jual perkiloran
           Pendapatan = Total Produksi x Harga Jual
                              = 10.000 kg x Rp 15.000/kg
                              = Rp.150.000.000

Perhitungan keuntungan adalah pendapatan dikurangi pengeluaran
             Net Profit = Pendapatan – Total pengeluaran
                              = Rp.150.000.000 – Rp. 68.700.000
                              = Rp. 81.300.000

Break Event Point (BEP). 

Kembali modal dalam satuan harga perekor sebagai berikut:

BEP. Dalam satuan harga 

                              = Total Modal dibagi Total Produksi dalam kg
                              =68.700.000/ 10.000
                              = 6870
                              = Rp.6870 / kg (Kembali modal pada harga nila Rp. 6870 / kg dari Rp.15.000 /kg)

BEP. Kembali modal dalam satuan produksi 

                              = Total Modal dibagi Harga Jual nila /kg Rp.15.000
                              = 68.700.000 / 15.000
                              = 4580 (Kembali modal pada 4580 kg nila dari 10.000kg)

 Revenue Cost Ratio (R/C ratio) 

Perbandingan pendapatan dan pengeluaran.
                              =Pendapatan dibagi Pengeluaran
                              = 150.000.000 / 68.700.000
                               = 2.1
Nilai R/C ratio sebesar 2.1 menunjukan usaha pembesaran nila sangat menguntungkan jika dilakukan.
Dari setiap Rp.1 modal yang dikeluarkan, menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2.1 Perkiraan pendapatan ini adalah perkiraan kasar, bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung dari pengelolaan dan keuletan pengusaha. perhitungan ini sebagai gambaran bidang usaha pembesaran saja tapi bisa juga untuk usaha lain sebagai contoh dalam menghitung rencana usaha.

sumber: http://ikannila.com/



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]