Jumat, 28 Oktober 2016

cara ampuh ternak puyuh modern


cara ampuh ternak puyuh modern
Cara Sukses Budidaya Burung Puyuh Petelur Secara Modern. Seiring berkembangnya teknologi, dunia bisnis peternakan juga tak ketinggalan untuk menerapkan teknologi seperti bagaimana cara memperbanyak produksi telur ada burungpuyuh, tentunya untuk memperoleh keuntungan besar.

Cara Beternak Ayam Puyuh
Ada dua Cara beternak burung puyuh petelur yang lazim diaplikasikan oleh peternak puyuh saat ini, yang pertamaadalah dengan sistem kandang litter dan yang kedua beternak puyuh dengan kandang baterai. Kedua cara ini memilikikelebihan dan kekurangan masing-masing. Pembuatan kandang litter burung puyuh lebih efisien bila dibandingakndengan membuat kandang baterai, namun perawatan dan panen telur puyuh jauh lebih mudah bila kitamembudidayakan puyuh petelur di kandang baterai. Pada kandang litter telur puyuh sering sekali tertimbun dalamtumpukan litter, sehingga sering terinjak oleh puyuh atau peternak yang hendak memanen telur.

Kandang litter:
kandang yang didalamnya terdapat litter. Litter adalah alas lantai sebuah kandang yang terbuat dari serbuk ataubutiran-butiran benda yang mampu menyerap air dan bersifat cukup lembut. Kandang litter ini ada dua jenis; Kandanglitter panggung: Biasa digunakan pada peternakan ayam broiler (ras), kandang litter panggung ini sewaktu-waktu bisadiubah menjadi kandang baterai, caranya cukup dengan mengangkat (membuang litter). Beberapa bahan yang dapatdijarikan litter; serbuk gergaji (serbuk kayu) sekam padi, dan jerami. Kekurangan budidaya ternak puyuh di kandang littersalah satunya adalah puyuh mudah terkena gangguan pernapasan jika litter terlalau lama atau tidak diganti, litter harusdiganti sesering mungkin, jika litter sudah memadat maka kadar amoniak di kandang puyuh pasti akan meningkat.Kelebihan menggunakan litter terletak pada kesehatan ternak puyu terutama kesehatan kaki sebab litter jauh lebihlembut dibandingkan dengan lantai kandang baterai yang umumnya terbuat dari jerejak kayu atau anyaman kawat.Kandang litter melantai, kandang ini selamanya hanya bisa dibuat menjadi kandang litter karena litter akan ditebar dilantai dasar kandang. Biaya kandang litter melantai ini jauh lebih murah dibandingkan kandang litter panggung.Burung puyuh petelur sebenarnya sama saja dengan puyuh pedaging, dimana puyuh pedaging didapatkan dari ternakpuyuh petelur yang telah afkir. Puyuh afkir adalah burung puyuh yang sudah tidak mampu lagi menghasilkan telursecara ekonomis. Sebagai seorang peternak yang hendak memulai bisnis budidaya puyuh ada hal yang harusdipertimbangkan terlebih dahulu, diantaranya:

Lokasi Peternakan Puyuh
harus diketahui bahwa puyuh gampang stress ketika tingkat kebisingan lingkungan cukup tinggi. Jika puyuh petelurmengalami stress bisa dipastikan puyuh tersebut tidak akan berproduksi (bertelur). Oleh karena itu usahakan kandangpuyuh jauh dari kebisingan. Burung puyuh akan tumbuh sehat di tempat yang teduh, jadi alangkah baiknya kandangpuyuh diletakkna di bawah pepohonan rindang. Jika anda tinggal di lingkungan yang padat penduduk maka budidayapuyuh tidak cocok untuk bisnis anda. Di lingkukang padat penduduk bisnis budidaya peternakan yang cocok mungkinhanya ikan lele dan belut.Pemasaran telur dan daging, sebelum anda memulai ternak puyuh pastikan bahwa di daerah anda ada penampung telurpuyuh. Hal ini karena puyuh termasuk salah satu burung yang produksi telurnya sangat tinggi yakni mencapai 300 butir/tahun. Jika anda memelihara puyuh dalam skala besar maka saluran pemasaran sudah benar-benar ada sebab daya



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]