Senin, 31 Oktober 2016

cara ternak ikan hias di lahan sempit

Pembangunan perumahan yang semakin meluas membuat ketersediaan lahan untuk pembibitan menjadi berkurang.
Hal ini juga dibarengi dengan permintaan jumlah konsumsi ikan yang semakin meningkat sehingga tidak terjadi keseimbangan antara permintaan dan jumlah suplai yang tersedia.
Permasalah ini sebenarnya dapat diatasai dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia di sekitar kita. Budidaya ikan juga bisa dilakukan pada lahan yang sempit namun tetap sesuai dengan prosedur.

cara ternak ikan hias di lahan sempit
Budidaya di lahan sempit bisa menggunakan berbagai bentuk sebagai wadah. Hal yang harus diperhatikan dalam budidaya di lahan sempit adalah pemilihan jenis ikan atau bibit, juga teknik budidaya yang digunakan.
Budidaya pada lahan sempit umumnya lebih cocok diterapkan pada ikan air tawar, untuk ikan jenis air payau atau air laut teknik ini terlalu cocok untuk digunakan. Ikan seperti lele, gurame, nila dan lainnya, sangat cocok diterapkan dengan metode seperti ini.

Persiapan kolam
Ini adalah menjadi persiapan awal yang penting dilakukan. Kolam yang digunakan untuk budidaya di lahan sempit bisa terbuat dari apa saja.
Kolam bisa dibuat di belakang rumah atau di samping rumah. Kolam untuk budidaya di lahan yang sempit juga bisa menggunakan media apapun. Keuntungan dari menggunakan perawatan yang tidak terlalu sulit.


Kolam Tanah
Jika Anda mempunyai lahan di delakang atau di samping rumah, itu sudah cukup untuk digunakan sebagai kolam.
Penggunaan kolam dari tanah mempunyai kelemahan jika jenis tanah yang digunakan tidak sesuai. Hal ini akan menyebabkan air cepat meresap dan menghilang.
Jika ingin menggunakan media tanah sebagai wadah, lapisi permukaan tanah tersebut dengan plastic tebal atau bahkan terpal.


Kolam terpal
Penggunaan kolam terpal memberikan keuntungan terhadap penggunaan lahan sempit. Penggunaan terpal sebagai kolam termasuk dalam kolam semi permanen karena dapat dipindah atau bahkan dibubarkan.
Kolam yang dibuat untuk budidaya jangan terlalu besar, ukuran standar yang biasa digunakan adalah 2x1m. Untuk ketinggian, usahakan untuk mengikuti jenis ikan yang dibudidaya. Karena setiap jenis ikan membutuhkan ketinggian air tertentu untuk berkembang secara optimal.


Akuarium
Jenis wadah ini basanya cocok digunakan untuk budidaya ikan hias. Penggunaan akuarium mempunyai keunggulan dalam hal fleksibilitas karena dapat dipindahkan ke tempat berbeda.
Yang harus diperhatikan dalam penggunaan akuarium adalah kebersihan dan pemberian bahan-bahan tertentu. Bahan ini dapat berupa ornament sebagai tempat pembiakan ikan hias.

Media lain
Untuk budidaya skala kecil terutama di lahan sempit, media budidaya yang dapat digunakan adalah drum atau ember.
Penggunaan media ini dinilai sangat praktis karena mempermudah budidaya. Kelemahan dari penggunaan media ini adalah daya tamping yang tidak terlalu banyak. Jenis budidaya yang cocok menggunakan media ini adalah jenis ikan hias atau belut.


Pemupukan dasar kolam
Untuk beberapa jenis budidaya ikan tertentu, pemupukan pada dasar kolam perlu dilakukan. Pemupukan hendaknya hanya dilakukan pada kolam yang terbuat dari tanah. Pemupukan juga harus meyesuaikan kadar keasaman tanah.

Penebaran benih
Penebaran benih harus dilakukan secara hati-hati, terutama untuk jenis ikan hias. Penebaran hendaknya harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu.
Untuk jenis ikan tertentu, penebaran dapat dilakuka secara bersamaan dengan palstiknya. Sedangkan untuk jenis ikan lain, penebaran dapat dilakukan dengan cara menggoyang-goyangkan terlebih dahulu.

Pemberian pakan
Pakan yang diberikan biasanya tergantung dari jenis ikan yang dibudidaya. Yang menjadi perhataian adalah, pemberikan pakan harus sesuai sehingga porsinya akan pas.
Pemberian pakan yang berlebihan justru akan mengakibatkan kolam dan air menjadi kotor. Beberapa jenis ikn tidak akan tahan terhadap kualitas air yang buruk sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]