Kamis, 13 Oktober 2016

Jumlah dan Interval Pakan

Jumlah pakan yang diberikan pada ikan nila bergantung pada ukuran ikan dan temperatur kolam. Pakan yang diberikan dihitung dari persentasi bobot badan rata-rata ikan. Semakin besar ukuran ikan maka rasio pakan terhadap bobot ikan semakin rendah. Dengan demikian jumlah pakan harus disesuaikan dengan bobot badan ikan secara berkala.


Pada awal kehidupannya anak ikan nila (burayak) memiliki kantong persediaan makanan dalam lambungnya. Makanan ini dicerna burayak untuk menopang kehidupannya. Akibatnya bobot badan ikan akan berkurang sekitar 50% setiap 3 hari. Kehilangan bobot badan ini harus dikompensasi dengan pemberikan pakan yang lebih sering. Disamping karena pertumbuhan yang cepat, kebutuhan energi yang tinggi dan ukuran lambung yang masih kecil maka burayak perlu diberikan makan sebanyak 8-10 kali sehari.

Selain jumlah pakan yang diberikan, frekuensi pemberikan pakan juga perlu diperhitungkan dalam budidaya ikan nila. Interval pemberikan pakan tergantung pada ukuran lambung dan kecepatan ikan untuk mengosongkan lambungnya (mencerna makanan). Kecepatan mengosongkan lambung dipengaruhi oleh suhu air, bobot ikan, ukuran pakan, dan komposisi pakan.

Pada kebanyakan ikan, pakan yang pertama dimakan adalah yang paling pertama dicerna dan paling pertama juga dibuang menjadi kotoran. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikan nila. Pada ikan nila, pakan yang dimakan ikan akan segera masuk memenuhi lambung dan kemudian secara perlahan makanan ini akan dicerna. Bila ikan masih makan pada saat lambung masih penuh maka makanan itu akan masuk menuju usus tanpa dicerna. Dengan demikian makanan tambahan tersebut akan terbuang dengan sia-sia.
Penelitian di North Central Regional Aquaculture Center menunjukkan ikan nila membutuhkan 4 -5 jam untuk mencerna seluruh makanan yang ada dilambungnya. Dengan demikian, memberikan pakan yang paling optimum adalah dalam interval waktu 4 - 5 jam.

Pemberian pakan pada interval yang lebih sering akan mengurangi sifat agresif sebab bila ikan kelaparan maka mereka akan saling menyerang. Hal ini akan memberikan pertumbuhan ikan yang lebih cepat dan ukuran ikan yang homogen. Sebaliknya, bila frekuensi pemberikan pakan terlalu sering maka pemanfaatan pakan tidak akan efisien.

Sumber: Feeding Tilapia in Intensive Recirculating Systems



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]