Kamis, 27 Oktober 2016

omset ternak bebek di bogor yang menjanjikan

Terus meningkatnya permintaan bebek potong, membuat bebek peking saat ini menjadi pilihan peternak bebek, karena mampu berproduksi singkat dengan kualitas daging yang prima dan siap panen dalam waktu 40 hari saja. Permintaan bibit (Day Old Duck/DOD) bebek peking juga cukup tinggi untuk dipelihara menjadi bebek siap konsumsi. Peluang inilah yang diambil Widharto Pambudhi yang lebih akrab dipanggil Budhi.


Budhi memulai usaha bebek peking ini sejak tahun 2008 silam. Modal yang ia keluarkan sekitar Rp 50 juta untuk membeli DOD bebek peking langsung dari temannya di Medan (importir bibit unggas), untuk pembuatan kandang, pembelian pakan dan vitamin untuk indukan sebanyak 500 ekor sampai umur 8 bulan, dan sisanya untuk biaya transportasi dan lain-lain.


Budhi mengatakan, pasar usaha ini sangat terbuka luas karena masih sedikit sekali peternak maupun pembibit bebek peking di tengah tingginya permintaan daging bebek peking di pasar.
“DOD bibit peking lebih banyak dicari peternak bebek, karena waktu pemeliharaan lebih singkat yakni 40 hari dengan bobot 1,5 kg sedangkan bebek biasa perlu waktu 60 hari baru bisa dipanen dengan bobot yang sama. Selain itu, indukan betina bebek peking bisa menghasilkan 230-270 butir telur/tahun, padahal indukan betin  bebek lain hanya menghasilkan 200 butir telur/tahun,” beber


Budhi. Kelebihan DOD bebek peking milik Budhi antara lain lebih tahan penyakit, tidak mudah stres karena berasal dari bibit unggulan Malaysia.  “Perawatannya juga mudah seperti beternak bebek atau unggas lain,” ujarnya.  Meski masih tergolong peternak pemula, namun permintaan DOD bebek peking Budhi tiap minggu sedikitnya mencapai 1.500 ekor. Dengan penjualan 1.000-1.500 ekor DOD bebek peking tiap minggunya, maka tiap bulan Budhi mampu mendapat omset sekitar Rp 40 juta dengan keuntungan 40%.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]