Rabu, 26 Oktober 2016

strategi belajar ternak bebek bandung

strategi belajar ternak bebek bandung
BANDUNG - Banyaknya permintaan bebek peking baik DOD maupun daging membuat usaha peternakan bebek peking semakin naik daun. Itulah yang membuat Ahmad Nurhadi yang akrab disapa Budi terjun ke dunia bebek dalam usia yang masih muda. Sejak tahun 2007 Budi mengawali usaha ternak pembesaran bebek peking dengan modal sekitar Rp 63 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk pembuatan kandang, membeli pakan, membeli 1000 ekor DOD dan peralatan ternak. Menyoal prospek usahanya, dikatakan Budi cukup cerah, mengingat harga jual bebek peking yang tinggi dibanding ayam broiler, tahan penyakit, cepat panen, persentase kematian kecil dan keuntungan yang didapat cukup besar.

"Sejauh ini banyak perusahaan besar yang tadinya memproduksi ayam justru mulai mengembangkan sayap ke bebek. Jadi meskipun pasar terbuka lebar tetap saja membuat persaingan dengan para peternak kecil (perorangan) cukup ketat. Sehingga banyak dari pelaku usaha ini menggunakan sistem plasma atau kemitraan guna menyaingi perusahaan besar," papar Budi.  Berbeda dengan peternak biasanya yang baru bisa memanen bebek peking setelah umur 35-60 hari, Budi bisa memanen bebek pekingnya pada umur 32 hari saja. Pasalnya, ia menggunakan trik khusus agar bebeknya cepat besar dan tahan penyakit. Caranya, yakni memberikan pakan tiga kali sehari, dan pada malam hari bebek diberikan pakan yang lebih banyak.

“Karena pada malam hari udara lebih dingin sehingga makannya akan lebih banyak dan aktivitasnya lebih sedikit. Jadi banyak pakan yang diserap menjadi daging, tidak terbuang percuma energinya,” beber Budi. Nah, agar pasokan DOD bebek pekingnya terjamin, Budi juga menjalankan usaha DOD bebek peking. Untuk dapat menghasilkan DOD berkualitas, ia menggunakan indukan jantan yang umurnya minimal 1 tahun dan betina umurnya minimal 9 bulan. DOD yang diproduksi tidak hanya untuk memenuhi usaha pembesarannya, tetapi juga untuk dijual seharga Rp 8.500-12 ribu/ekor umur 1-3 hari.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]