Minggu, 28 April 2013

Gurami Lebih Untung !



Peluangusaha di bidang perikanan untuk wilayah DIY sangat diuntungkan, bisnis tersebut sangatlah potensial pada saat ini. Disamping itu pemerintah setempat terus menggalang kampanye dan sosialisasi konsumsi ikan.
Sebagian warga Dusun Sarengan, Srigading, Sanden, Bantul telah merasakan manfaat dari usaha perikanan khususnya jenis Gurami.

Sumarno, salah satu peternak ikan setempat, Senin (28/5) mengungkapkan, potensi usaha perikanan jauh lebih besar dibanding kegiatan ekonomi konvensional seperti bercocok tanam padi yang menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Jogja. Padahal proses beternak ikan gurami menurutnya sangat mudah tak serepot menanam padi.
Sumarno mengaku saat memulai usaha peternakan ikan gurami mengeluarkan modal hingga Rp8,5 juta. Sekitar Rp500.000 di antaranya digunakan untuk menyewa dua bidang lahan untuk kolam ikan selama setahun. Satu kolamnya seluas 12×24 meter persegi.
Sisanya digunaan untuk membeli pakan ikan 30 sak, perawatan kolam serta bibit sebanyak 3.000 ekor. Satu ekor bibit ikan gurami senilai Rp1.000 sementara sisanya untuk biaya panen.
Di luar itu, peternak juga harus menyiapkan dedaunan hijau untuk pakan ikan menyelingi pakan ternak buatan. Ikan gurami butuh pakan hijau yang bisa diperoleh dengan mudah di sekitar pekarangan atau sawah.
Sumarno mengakui, keuntungan bersih yang ia dapat selama setahun beternak ikan mencapai Rp22 juta lebih dengan catatan harga ikan belum mencapai Rp30.000 per kilogram.
“Lama beternak sampai panen itu sekitar 12 bulan. Bagi saja per bulan dari keuntungan, rata-rata satu bulan Rp2 juta-an. Jauh sekali hasilnya dibanding bertanam padi. Padahal mudah sekali. Sehari paling cuma ngasi sekali makan ikan,” katanya.
Sumber : Harjo, Budidaya-ikan



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]